Monday, October 3, 2011

Ayam goreng tikus

·

Bukan di Indonesia gan


Begini Ceritanya


ini dia Si calon "ayam goreng" yang sudah di cuci oleh si pedagang


Si calon "ayam goreng" ini di bakar untuk menghilangkan bulu


Setelah itu dicuci dan dipotong2 sebelum dimasak sehingga menyerupai daging ayam


Kemudian di beri berbagai bumbu dan di persiapkan untuk digoreng


Si calon "ayam goreng" sekarang sudah menjadi "ayam goreng"


Sekarang ayam goreng "palsu" ini di sajikan dengan hangat


Begini hasilnya setelah di santap sebagian

Tips Menghindarinya: Walaupun kelihatan mirip sekali dengan ayam goreng benaran, dibawah ini sedikit tip untuk membedakan antara ayam goreng tikus dengan ayam goreng benaran:

1. Dari dagingnya, walaupun sama-sama putih dan rasanya benar-benar mirip, akan tetapii daging tikus lebih banyak lemaknya dan seratnya lebih halus daripada ayam benaran (seperti foto diatas yang penuh dengan minyak dibagian paha).

2. Dari kulitnya, perhatikan lebih teliti lagi apakah pori-porinya besar atau kecil. Kalau pori-pori kecil, kemungkinan yang pernah tumbuh adalah rambut. Pori-pori dari bulu (ayam) adalah lebih kasar daripada pori-pori bulu (tikus)

3. Dari tulangnya (emang yang ini agak susah), kalau ayam: bagian dada ya ada si tulang rawan, kalo di paha ya tulang paha yang besar itu, kalo punggung ya tulang rusuk, dsb. Kalau tikus akan terdapat sedikit sekali tulang di bagian punggung nya, dsb.

4. Dari harga, kalau harganya terlalu murah, lebih banyak kemungkinan kalau adalah ayam goreng jadian

5. Kalau tukang ayamnya dekat dengan rumah, datangi tuh tukang ayam sesering mungkin untuk membeli sayap. Kalo ga pernah ada sayapnya, patutlah anda curigai karena seperti kita tahu, salah satu ciri khas unggas adalah bagian sayap, yang tentunya tidak mungkin ada pada tikus.[menjelma.com]

0 comments:

Blog Archive